Penilaian Postur Dinamis & Rantai Kinetik di Chiang Mai
Dynamic Posture Assessment & Kinetic Chain Training
Lokakarya RSM di Chiang Mai mengajarkan pengamatan gerak, analisis video, dan penilaian rantai kinetik. Peserta membandingkan cara kaki, lutut, pinggul, panggul, tulang belakang, serta gelang bahu berkoordinasi dalam tugas yang relevan.
Mobilitas, distribusi beban, pernapasan, dan kendali batang tubuh membantu menentukan pertanyaan penilaian yang lebih spesifik. Peserta menjelaskan temuan, memilih pemeriksaan atau latihan lanjutan, kemudian mengulang tugas awal.
Hironori Ikeda, MSc Sports Medicine memberi koreksi langsung. Seluruh pengajaran, materi, instruksi praktik, dan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris.
Lokakarya 2 hari, 8 jam, 7.000 THB
Lokakarya berlangsung Sabtu–Minggu, total 2 hari dan 8 jam: 10:00–12:00 serta 13:00–15:00 setiap hari. Biaya 7.000 THB mencakup akses gym untuk kedua hari, taksi pergi-pulang ke gym, serta perekaman dan analisis video gerakan.
Fokusnya adalah menghubungkan pengamatan, anatomi fungsional, pilihan pemeriksaan, dan penilaian ulang. Peserta menggunakan temuan untuk menentukan prioritas dalam lingkup keterampilan serta profesinya.
Lihat tanggal yang tersedia dan konfirmasikan latar belakang serta tujuan belajar sebelum memesan perjalanan.
Umpan balik individual pada gerak Anda
Hiro menggunakan pengamatan langsung dan video untuk membandingkan tumpuan, koordinasi, mobilitas, serta perpindahan beban. Peserta menetapkan tugas dan kondisi pembanding agar perbedaan dapat dijelaskan dengan jelas.
Umpan balik disesuaikan dengan kemampuan dan tujuan profesional. Peserta membedakan hasil yang terlihat dari dugaan tentang penyebabnya, lalu memilih apa yang perlu dibandingkan lebih lanjut.
Balance Ball Yoga™: pernapasan, keseimbangan, dan koordinasi
Hironori Ikeda mengembangkan Balance Ball Yoga™ dari latar MSc Sports Medicine di University of Tsukuba dan pengalaman praktik serta pengajaran selama lebih dari 30 tahun. Metode ini menghubungkan pernapasan, tumpuan, perpindahan berat badan, dan kendali gerak.
Bola keseimbangan dan BOSU memberikan kondisi tugas yang berbeda untuk diamati. Kesulitan serta beban disesuaikan dengan kemampuan; nilai pembelajarannya berasal dari perbandingan respons antar kondisi.
Menghubungkan pengamatan statis dan dinamis
Pengamatan statis memberi gambaran posisi tubuh dan sendi. Berjalan, berdiri satu kaki, rotasi, serta gerak anggota tubuh menambah informasi mengenai koordinasi, mobilitas, dan distribusi beban.
Peserta menjelaskan pada tugas, fase, dan kondisi tumpuan apa suatu perbedaan muncul. Perbandingan tersebut membantu memilih pemeriksaan fungsi otot, palpasi, atau latihan berikutnya.
Membandingkan tugas dan kondisi tumpuan
Praktik menggunakan BOSU, bantalan keseimbangan, bola keseimbangan, Twist Disc, berjalan, dan tugas gerak yang sesuai. Peserta mengamati perubahan tumpuan, keseimbangan, koordinasi, serta kendali batang tubuh.
Temuan digunakan untuk memilih langkah berikutnya sesuai tujuan. Setelah posisi, latihan, atau beban disesuaikan, tugas awal diulang dengan standar pembanding yang sama.
Menggunakan hasil penilaian untuk memilih tindakan
Peserta menghubungkan gerak dengan mobilitas, fungsi otot, dan palpasi. Mereka menyusun prioritas, menjelaskan area yang perlu diperiksa lebih lanjut, lalu memilih teknik atau latihan dalam lingkup kompetensinya.
TPT, DTM, DMR, serta Breathing & Spine Mobility memiliki kurikulum dan persyaratan tersendiri. Lokakarya penilaian membantu menghubungkan keterampilan yang sudah dimiliki dengan tugas serta respons individual.
Belajar melalui pengalaman gerak sendiri
Penilaian pada gerak sendiri memberi kesempatan untuk membandingkan sensasi, video, dan pengamatan dari luar. Hiro membantu peserta mendeskripsikan perbedaan tumpuan, mobilitas, serta koordinasi yang mungkin sulit disadari saat bergerak.
Peserta mempraktikkan instruksi dan penyesuaian, lalu menilai kembali tugas awal. Pengalaman tersebut digunakan untuk mengembangkan kualitas pengamatan serta komunikasi saat bekerja dengan orang lain.
Keterampilan apa yang dilatih dalam dua hari?
Praktik mencakup pengamatan tugas, analisis video, berdiri satu kaki, kendali panggul dan batang tubuh, pernapasan, berjalan, rotasi, gerak anggota tubuh, serta perbandingan rentang gerak.
Alurnya adalah menetapkan tugas → mendeskripsikan temuan → memilih penilaian lanjutan → menyesuaikan teknik atau latihan sesuai kompetensi → mengulang tugas. Peserta belajar menjelaskan alasan setiap langkah.
Siapa yang sesuai mengikuti lokakarya ini?
Lokakarya ditujukan bagi profesional pijat, fisioterapi, olahraga, pelatihan pribadi, yoga, Pilates, serta bidang gerak yang ingin memperdalam hubungan antara anatomi, pengamatan, dan pilihan tindakan.
Sampaikan pelatihan, pengalaman, dan tujuan agar RSM dapat mengonfirmasi kesiapan serta tempat. Seluruh pengajaran, pembahasan video, praktik, dan tanya jawab menggunakan bahasa Inggris.

